Menu

Wednesday, July 26, 2017

blog remidi t.i.k

Hukum adat dan kebiasaan di Desa Legung Barat


Masyarakat desa legung barat sangat religius, artinya masyarakatnya menjungjung nilai-nilai agama, hal ini dapat dilihat dari anak-anak yang banyak mengisi masjid atau surau yang ada di desa legung barat. Di desa legung barat terdapat sebuah perkumpulan pengajian khotmil qur’an, dimana acara pengajian tersebut diadakan setiap 2 minggu sekali. Siapa yang mendapat giliran acara pengajian tersebut, maka disitulah acara pengajian khotmil qur’an dilaksanakan. Dalam pengajian tersebut, para ibu-ibu mengaji per juz Al-Qur’an yang telah disediakan oleh ketua pengajian. Sebelum pengajian dimulai, ketua membacakan do’a khususon berdasarkan nama-nama yang telah diberikan oleh tuan rumah untuk dido’akan. Selain pengajian khotmil qur’an, juga terdapat perkumpulan sholawat dan kumpulan arisan ibu PKK  yang juga membaca tahlil dan yasin disetiap pertemuan yaitu di hari rabu siang.

Selain pengajian khotmil qur’an, masyarakat desa legung barat juga mempunyai kebiasaan yaitu ketika hari kelahiran masyarakat desa legung barat mengadakan selametan dengan membakar dupa dan lilin yang terbuat dari ublik yang dicampur dengan minyak tanah. Selain itu, terdapat jajanan pasar seperti donat, rangginang yang diletakkan di atas nampan, lalu jajanan tersebut diserahkan ke masjid. Tidak hanya jajanan pasar, tetapi ada air kembang merah yang diletakkan bersama dengan jajanan pasar tersebut. Dan terdapat uang receh sebanyak 1000 sebagai saksi selametan kelahiran tersebut.
Selain kebiasaan yang bersifat religius, masyarakat desa legung barat juga mempunyai kebisaan dalam acara pernikahan, dimana ketika salah satu warga memiliki sebuah karje atau mantenan, acara tersebut diadakan sehari paling singkat, tetapi ada yang sampai 3 hari 3 malam acara tersebut dilaksanakan, setelah akad nikah, rentetan-rentetan acara seperti orkes, tayub, tande’ pun digelar untuk memeriahkan acara pernikahan tersebut.
Masyarakat desa legung barat selain memiliki kebiasaan yang telah disebut di atas, masyarakat desa legung barat juga memiliki kebiasaan buruk yaitu membuang hajatdi penggir pantai, kebiasaan ini dimiliki oleh masyarakat desa legung barat yang tinggal di daerah pinggir pantai, mereka terbiasa membuang hajat di tepi pantai tanpa ada rasa malu antar sesama. Masyarakat desa legung barat khususnya yang tinggal di daerah pesisir sebenarnya mempunyai kamar kecil namun kamar kecil tersebut dibuat hanya untuk menyambut tamu yang bersilaturrahmi.

Masyarakat desa legung barat masih terikat dengan tradisi yang masih melekat sampai sekarang yaitu, persepsi masyarakat tentang kesenian tari, dimana anak-anak tingkat SMP dan SMA dilarang mengikuti tarian apapun baik itu dance, tari tradisional, tari yang berbau islami, qasidah dan lain sebagainya. Dalam acara perpisahan sekolah pun anak-anak dilarang menampilkan tarian karena akan mempengaruhi pandangan masyarakat desa legung.

Subscribe to this Blog via Email :
Previous
Next Post »