Menu

Pantai Legung Barat

Sumber Air Tawar dipantai Legung Barat

Produk Unggulan Desa

Virgin Coconut Oil

POTENSI SDA

Sunrise, sunset, dan bukit kapur

Balai Desa

Kantor Kepala Desa Legung Barat

Peta Desa

Peta Desa Legung Barat

Monday, August 7, 2017

blog remidi t.i.k

Pemerintahan Desa Legung Barat

Sejarah Pemerintahan Desa Legung Barat.


Kantor Kepala Desa Legung Barat 
Kecamatan Batang-Batang Kabupaten Sumenep

Berdasarkan cerita daripara orang tua (sesepuh) di Desa Legung Barat bahwa semenjak tahun 80an sampai sekarang (2013) Pemerintahan Desa Legung Barat sudah mengalami 5 (lima) kali pergantian pimpinan/Kepala Desa yaitu :
1. Bapak Moreyan, menjabat Kepala Desa Legung Barat pada tahun 1941 - 1957.
2. Bapak Nabba’a, menjabat Kepala Desa Legung barat pada tahun 1957 – 1973.
3. Bapak Busahya, menjabat Kepala Desa Legung Barat pada tahun 1973 – 1989.
4. Bapak H. Fatholla, menjabat Kepala Desa Legung Barat pada tahun 1989 - 1998.
5. Bapak H.Syaiful Anwar, menjabat Kepala Desa Legung Barat pd tahun 1998- 2013.
6. Bapak Mashoyya, menjabat Kepala Desa Legung Barat pada tahun 2013-2019.

Friday, August 4, 2017

blog remidi t.i.k

JAIM

    APA itu JAIM? JAIM adalah sebuah singkatan dari "Jajanan Irit  dan Mantap" yang menggambarkan tentang kondisi kuliner jajanan yang dapat ditemui di Desa Legung Barat Kecamatan Batang batang Kabupaten Sumenep.
Ada beberapa JAIM yang pasti akan sering ditemui disini dan wajib untuk dicoba.

1Pentol telor yang menggugah selera (Rp 500,-/buah)


2Sosis (Rp 500,-/buah)dan Pentol rasa ikan (Rp 100,-/buah)


3. Rujak Spesial bumbu kacang (Rp 4000,- /porsi)


4. Dan masih banyak lagi yang lain ...

lihat gambar-gambar diatas gak kebayang kan gimana enaknya :D

Thursday, August 3, 2017

blog remidi t.i.k

Sejarah Desa Legung Barat

Sejarah Desa

Legung Barat merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Batang-batang Kabupaten Sumenep, tepatnya 3 kilometer kebarat dari pantai Lombang. Berasal dari dua buah kata AGUNG dan WALLI, yang dalam makna kata tersebut memiliki arti buyut yang sakti yang bernama Syafi’e. Pada zaman penjajahan belanda beliau adalah sosok yang menjadi panutan masyarakat sekitar. Hai itu disebabkan kesaktian yang dimilikinya dan sebagai seorang yang sangat menjunjung tinggi nilai kesopanan dan kesantunan dalam berbudaya, sehingga masyarakat menaruh rasa simpati dan merasa segan terhadap beliau. Akan tetapi sesuatu yang menarik dalam budaya sopan santun masyarakat adalah loghat tutur kata yang keras, hal tersebut dikarenakan masyarakat Legung adalah masyarakat pesisir yang setiap harinya bergelut dengan bunyi ombak di pantai.
Pada zaman dahulu terjadi sebuah pertempuran sengit antara nenek moyang Legung yang diimami oleh (Gung Walli atau Gung Syafi’e) dengan raja Bali. Yang konon diceritakannya, pertempuran itu terjadi dalam persetruan perebutan putri mahkota Legung. Putri tersebut akan dijadikan putri permaisuri oleh raja Bali. Namun karena faktor kepercayaan yang berbeda, hal tersebut menjadi sebuah permusuhan antara kedua belah pihak. Kemenangan Agung Walli terhadap raja Bali menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat Legung yang disebabkan telinga raja Bali putus ditangannya, sehingga sebagai simbol kemenangan AGUNG BELLI terhadap raja Bali masyarakat memanefestasikan kemenangan itu dalam nama jajan sesajen yang dalam bahasa Legung disebut (Jajan Kopeng Beli)
Sumber lain mengatakan tentang asal mula desa Legung; pada zaman nenek moyang terdahulu ada sesepuh yang mempunyai keahlian lain yaitu sebagai pengrajin GONG yang terkenal oleh daerah luar desa Legung, masyarakat luar daerah mengenal desa Legung sebagai sebutan daerah Tempat Penukaran Ikan (TPI).
Sementara Legung terbagi menjadi dua wilayah, yaitu desa Legung Barat dan desa Legung Timur. Sedangkan daerah lain yang ada di sekitar Legung seperti Jangkong, Dapenda, Bilangan lebih senang menyebutkan identitasnya sebagai masyarakat Legung.
Pada umumnya masyarakat desa Legung barat dan desa Legung timur adalah nelayan. Penduduk dengan bermata pencaharian sebagai pelaut itu sudah merupakan pekerjaan tetap mereka. Mulai zaman dahulu secara kebiasaan pekerjaan melaut dilakukan pada waktu malam. Menangkap ikan di laut lepas yag sudah menjadi kebiasaan secara turun temurun itu tidak lain disebabkan pantai atau laut merupakan batas utara desa Legung barat dan desa Legung timur. Kegiatan melaut yang dilakukan oleh sebagian penduduk desa Legung barat dan Legung timur merupakan aktifitas keseharian dalam menekuni pekerjaan seorang nelayan, sebagian masyarakat desa Legung barat dan Legung timur juga berprofesi sebagai, petani, pedagang dan pengusaha.

Wednesday, August 2, 2017

Ruli Budiarta

Tanaman Khas Legung Barat

Tanaman Bonsai


Bonsai merupakan tanaman yang banyak di jumpai terutama di Desa Legung Barat. Bosai sendiri merupakan tanaman yang di kerdilkan karena unik maka banyak yang menggemarinya termasuk masyarakat Legung Barat. Sehingga banyak bonsai yang dapat di jumpai di daerah tersebut. Bosai sendiri menurut karakternya di bagi menjadi tiga yaitu, menurut ukuran, bentuk dan umur. Ukuran bonsai adalah kerdil atau relative kecil dengan tinggi antara 5 cm sampai 150 cm. tinggi bonsai 150 cm masih dikatakan kerdil apabila tanaman sejenisnya dapat tumbuh belasan puluhan meter di alam bebas. Bonsai tidak hanya di kerdilkan begitu saja. Akan tetapi harus dapat memperlihatkan sisi keindahanya. Karena itulah yang membuat bonsai dapat bernilai ratusan juta rupiah tergantung dari seni keindahan yang di terbentuk dari bonsai tersebut. Kebanyakan tanaman yang digunakan untuk bonsai di daerah Legung Barat adalah cemara udang atau Casuarina equisetifolia. Tumbuhan yang memiliki daun dengan ujung lancip seperti jarum dan memiliki batang yang besar dan keras ini merupakan tanaman khas dari daerah Batang-batang termasuk Desa Legung Barat. Selain itu, pohon cemara udang merupakan jenis dari cemara yang sesuai untuk dijadikan bonsai. Cemara udang memiliki daya jual yang cukup tinggi apalagi jika dijadikan bonsai. Banyak orang yang membudidayakannya khususnya Desa Legung Barat salah satunya karena nilai ekonominya. Sehingga bonsai dari cemara udang dijadikan salah satu potensi utama dari Desa Legung Barat. Di kantor kecamatan Batang-batang sendiri juga memiliki beberapa koleksi cemara udang yang dijadikan bonsai. Jadi, pengunjung kantor kecamatan dapat mengetahui seluk beluk cemara udang dan juga bias melihatlihat kantor kecamatan.
blog remidi t.i.k

Antusias Belajar Murid-Murid Desa Legung Barat


Bimbingan belajar merupakan salah satu kegiatan yang diadakan oleh anggota KKN kelompok 39, untuk siswa-siswi di desa Legung Barat. Kegiatan ini dilakukan pukul 08.00-10.00WIB, yang bertempat di SMPI Aswaja Legung Barat. Kegiatan tersebut dimulai tanggal 28 Juli 2017. Antusias murid-murid sangat besar dalam menggali ilmu baru. Hal ini dapat dilihat ketika kami memulai perkenalan dengan mereka mengenai apa saja yang akan kami ajarkan kepada mereka, terlihat semangat yang ada pada diri mereka sangatlah tampak.
Pembelajaran New Media Di SMPI ASWAJA Legung Barat
Salah satu mata pelajaran yang paling diminati yaitu di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Teman-teman KKN kelompok 39 sangat senang dengan semangat dan keingin tahuan yang tinggi yang dimiliki oleh siswa-siswi di SMPI Aswaja Legung Barat, dengan modal media pembelajaran 4 buah laptop teman-teman KKN kelompok 39 berusaha memberikan yang terbaik dalam berbagi ilmu kepada murid-murid. Dengan kemajuan media informasi pada era saat ini maka teman-teman KKN 39 mengajarkan bagaimana cara membuat Email, kemudian mengajarkan tentang mengaplikasikan Microsoft Office di kehidupan sehari-hari, seperti membuat struktur orgaisasi dengan Microsoft Word. Harapan teman-teman KKN kelompok 39  ketika kembali ke kampus siswa-siswi SMPI Aswaja Legung Barat mendapat ilmu yang bermanfaat dari kami serta juga memberikan manfaat bagi orang-orang disekitar mereka.

Tuesday, August 1, 2017

blog remidi t.i.k

Visi Misi dan Motto desa Legung Barat

VISI dan MISI Desa Legung Barat


Dengan adanya Visi ini diharapkan akan terwujud masyarakat Desa Legung Barat yang maju dalam bidang pertanian sehingga bisa mengantarkan kehidupan yang rukun dan makmur. Di samping itu, diharapkan juga akan terjadi inovasi pembangunan desa di dalam berbagai bidang utamanya pertanian, perkebunan, peternakan, pertukangan , dan kebudayaan yang ditopang oleh nilai-nilai keagamaan.
Hakekat misi Desa Legung Barat merupakan turunan dari Visi Desa Legung Barat. Misi merupakan tujuan jangka lebih pendek dari Visi yang akan menunjang keberhasilan tercapainya sebuah Visi. Dengan kata lain Misi Desa Legung Barat merupakan penjabaran lebih operatif dari Visi.
Misi adalah merupakan pernyataan yang mengarahkan tujuan dan sasaran desa yang hendak dicapai, pernyataan misi membawa desa kepada suatu fokus. Misi inilah yang harus diemban oleh Pemerintah Desa. Adapun Visi Desa Legung Barat adalah terwujudnya kondisi desa yang :
“AMAN, ADIL, SEHAT, TENTRAM , SEJAHTERA “
Sedangkan interpretasi dari Visi Desa Legung Barat adalah :
a. AMAN: Dengan adanya kerja sama antara Prangkat Desa dengan masyarakat Legung barat dapat                         menciptakan suasana aman dan nyaman.
b. ADIL   : Dalam menyelesaikan masalah selalu diselesaikan dengan keadilan serta tidak memihak sebelah.
c.  SEHAT : Dalam melaksanakan tugas selalu diselesaikan dengan pikiran sehat.
d. TENTRAM : Dengan kerja sama antar elemin yang ada warga desa Legung Barat dapat hidup Tentram.
e. SEJAHTERA: Mempunyai tekad menyejahterakan rakyat, sesuai Visi Kabupaten Sumenep Super                                 Mantap.
MISI :  Desa Legung Barat Adalah :
1.         Menciptakan Masyarakat yang Berakhlaqul Karimah.
2.         Meningkatkan Kwalitas Sumber Daya Manusia ( SDM ).
3.         Meningkatkan Kesehatan Masyarakat dan Kelestarian Lingkungan.
4.         Meningkatkan Potensi Ekonomi Masyarakat.
5.         Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Desa.
6.         Meningkatkan Peran Pemerintah Desa dan Pelayanan Terhadap Masyarakat
MOTTO :
l  MON GEMPANG JHEK PASARA, MON SARA JHEK ANGGEP GEMPANG
“Kerjasama yang solid adalah landasan menuju sukses”
l  Maklumat Pelayanan/Janji Pelayanan :

Kami siap melayani anda sesuai standar pelayanan dengan ramah dan bijak.

Friday, July 28, 2017

blog remidi t.i.k

Potensi Budaya di Legung Barat

Warga Desa Legung Barat mempunyai kebiasaan tidur di atas pasir, meskipun tidak semua warga memiliki tradisi tersebut namun sebagian masyarakat Desa Legung Barat terutama daerah pesisir masih menyimpan tradisi tidur di atas kasur pasir. Hal ini merupakan suatu kebudayaan yang unik, dimana masyarakat desa legung barat menganggap tidur di atas pasir merupakan suatu kenikmatan yang menyehatkan karena sudah turun temurun tradisi ini dilakukan. Pasir yang mereka ambil sebelumnya disaring terlebih dahulu untuk menghasilkan pasir yang halus. Setiap 3 bulan pasir tersebut diganti dengan pasir yang baru.